​DAIRI – Anggota DPD RI, KH Muhammad Nuh, MSP, menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan pertambangan di Kabupaten Dairi, khususnya terkait kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM). Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan di Kabupaten Dairi, Sabtu (13/06/2026).

​Dalam forum diskusi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, Ketua AGPAII Dairi, Agam RW Tumangger, S.Pd.I., M.Si., secara khusus meminta pandangan Muhammad Nuh terkait polemik pro dan kontra atas operasional PT DPM di wilayah tersebut.

​Menanggapi hal itu, Muhammad Nuh yang duduk di Komite IV DPD RI menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan dengan standar keselamatan dan tata kelola yang sangat ketat, mengingat dampaknya yang menyentuh hajat hidup orang banyak.

​“Pengelolaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Kita harus memastikan bahwa kekayaan alam yang ada benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar M. Nuh.

​Dalam kesempatan tersebut, M. Nuh juga membagikan refleksi terkait fenomena ekonomi global. Ia menyinggung hasil penelitian yang ia pelajari mengenai negara-negara yang kaya akan sumber daya alam namun penduduknya masih terjerat kemiskinan. Menurutnya, akar masalah dari fenomena tersebut adalah absennya rasa keadilan dalam distribusi dan pengelolaan kekayaan alam.

​Ia berpesan agar seluruh pihak di daerah senantiasa menjaga dan mengelola kekayaan kekayaan alam Indonesia dengan bijak, baik yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi.

​“Di atas bumi kita ada komoditas seperti minyak sawit, dan di bawah bumi kita memiliki kekayaan mineral serta minyak bumi. Tugas kita bersama adalah menjaga kekayaan ini agar menjadi berkah bagi bangsa,” pungkasnya. (red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version